Salapan bukan Delapan

1

Category : Bandung

Hari pertama masuk kuliah rasanya males banget. Setelah libur panjang menyambut idul fitri, saya kembali lagi ke Bandung buat kuliah. Males banget! Sudah kerasan di Jakarta gara-gara libur 2 minggu kemarin. Rasanya antara senang dan males. Tapi, memang harus balik karena masih ada kuliah hari Senin (28/09). Jadinya daripada berangkat minggu sore mending berangkat senin pagi pukul 7 dari rumah di Jakarta dan sampai di Bandung pukul 9 terus langsung kuliah di kampus.

Pas di jalan, saya melihat orang-orang JaBek {Jakarta-Bekasi} sudah kembali menuju rutinitas masing-masing dimana orang-orang yang dari Bekasi dan sebelumnya sudah harus bermacet-macet ria sejak dari pintu tol Pondok Gede sampai masuk cawang. Untungnya, jalan menuju Cikampek gak terlalu rame {lagian siapa juga yang mau mudik?}, paling macet pas di Cikarang diisi oleh truk serta bis karyawan karena disana juga daerah industri.

Nah, tadi setelah kuliah, dapat pengalaman lucu. Kejadiannya pas makan siang di dekat kampus.

Karena tadi berangkat pagi dan buru-buru, jadi lupa buat sarapan. Sampai di Bandung pun juga tinggal 10 menit kurang dari pukul 9 sehingga sampai siang selesai kuliah perut masih belum keisi. Keluar dari kampus, langsung jalan menuju kantin Salman yang ternyata masih tutup karena liburan idul fitri sampai tanggal 1 Oktober {betah banget mudiknya}. Walhasil, mencari makan dipinggir jalan dan ketemu lontong kari. Tanpa ba-bi-bu langsung pesan dan duduk manis menunggu makanan.

“Pak, hiji!” tangan mengacung memesan ke Bapak penjualnya.

Selama ini di Bandung, pengennya sih ngomong dengan basa Sunda biar bisa menyesuaikan dengan lingkungan. Paling ngomongnya juga belum dalam bentuk kalimat, tapi masih sepenggal kata. Nah, lucunya pas mau bayar. Setelah makan ditemani kerupuk dan Aqua Botol, bertanyalah kepada Bapak penjualnya.

“Sabaraha?”

“Salapan.”

Widih, dalam hati saya, lumayan murah juga lontong kari dengan aqua botol cuma 8000. padahal tadi denger orang di samping makan lontong kari harganya 6500. Ya sudah, berpindah tanganlah itu uang 10000 ke Bapaknya. Cuma, kok kembalinya cuma 1000. Masih bengong tapi gak berani juga tanya bapaknya, karena takut salah.

Pas balik k kosan, langsung cek ke Internet. Ternyata eh ternyata, Salapan itu maksudnya Sembilan. Halah, beda-beda tipis. Coba tadi kalo beneran tanya, bakal malu banget, apalagi sudah sok-sokan pakai basa Sunda. Kayaknya mesti belajar basa Sunda selain belajar mata kuliah di kampus sama belajar bahasa Jerman.

Global Warming Message

1

Category : Quotes

Due to the recession, to save on energy costs, the light at the end of the tunnel will be turned off.

God

Writer’s Block – Penyakit Penulis

1

Category : Celotehan, blog

Bila ditanya, penyakit apa yang sering diderita oleh penulis, baik buku maupun blog, baik yang sudah pro bahkan pemula seperti saya? Jawaban yang paling tepat tidak lain ialah writer’s block. Tidak mematikan, bisa menular, tapi cukup berbahaya, terutama bagi orang-orang yang menggantungkan hidupnya dari rangkaian huruf-huruf yang membentuk suatu kata kemudian disusun menjadi kalimat yang apik dan membentuk sebuah paragraf.

Saya sendiri tiba-tiba terkena penyakit ini. Bingung mau menulis apalagi di blog. Padahal isinya baru secuil, belum bisa dibanggakan sebagai blog. Banyak ide yang berputar di kepala cuma tidak tahu bagaimana menyalurkannya.

Bila dilihat patofisiologi penyakit ini bisa bermacam-macam. Bahkan kadang-kadang tidak jelas asal-usulnya. Bisa akibat dari banyaknya aktivitas, kurang inspirasi, tidak ada ide, atau dari keadaan fisik & mental sang penulis seperti depresi, stress, gangguan dari lingkungan sekitar penulis, atau sekedar malas untuk menulis. Onsetnya pun bisa akut, bahkan kronik. Nah, penyakit yang menimpa saya masih akut dan penyebabnya masih jelas. Cuma bila ditanya terapinya bagaimana? {hmm} – ada yang bisa memberi ide?

Ada yang bilang, hilangkan asal penyebabnya. Sempatkan menulis di waktu luang atau menambah wawasan biar ide-ide bisa bermunculan, hilangkan stres, dan bersemangat. Cliché! Kadang-kadang terapi seperti ini juga tidak terlalu berhasil.

Akan tetapi, terapinya pun bisa dari faktor yang lain. Faktor yang secara logis tidak masuk akal. Faktor yang tidak bisa dihubungkan dengan sebab-akibat {atau bisa?}. Yang pasti, terapinya pun unik dan berbeda tiap masing-masing individu. Penulis yang terkena penyakit ini pun harus mencari pengobatannya baik sendiri maupun dibantu orang lain.

Sepertinya, saya perlu mencari pengobatannya sendiri. Atau, ada saran? {sangat dibutuhkan!}

Sistem Perumahsakitan Indonesia (1)

6

Category : Celotehan, Get Serious

Pagi hari kedua di bulan Syawal, tiba-tiba emak gue nyeri kolik pada pinggang sehingga mau tak mau harus dibawa ke rumah sakit. Setelah merasa baikan akhirnya emak minta pulang. Sekalian, hari ini juga masih banyak tamu yang mau dateng ke rumah, jadi kerjaan pun juga makin banyak. Gue yang langsung puasa Syawal {ehm, takut melar} memanfaatkan waktu siang yang panas di Jakarta buat tidur di kamar. Tak dinyana, emak mengeluh nyerinya kambuh. Akhirnya, gue yang tadi pagi gak sempat nganterin ke RS {karena ngantuk – dasar anak tak berbakti!} langsung nemenin ke IGD Persahabatan bareng ama Yuki, adek gue.

Sembari emak berbaring, tugas gue buat nebus obat di apotek dan membawa sampel ke laboratium serta menunggu hasilnya. Nah, di sini lah gue senyum-senyum sendiri. Bukan karena gue depresi apalagi ada suara-suara yang menyuruh gue untuk senyum, tapi gue yang dulu pas ko-ass cuma ngobatin pasien tanpa peduli alurnya seperti apa, sekarang gue harus tahu alur pasien di rumah sakit itu bagaimana.

Quote

0

Category : Quotes

Lord, grant that I shall never seek so much to be consoled as to console, to be understood as to understand, or to be loved as to love with all my heart…

Cpl. Eugene Roe

Selamat Id Fitr 1430 H

0

Category : Celotehan

Mengucapkan Selamat Hari Raya Id Fitr 1430 H. Taqabalallahu Minna wa Minkum. Mohon Maaf Lahir & Bathin.

Semoga, semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah. Semua dosa-dosa kita terhapuskan. Sisanya tinggal meminta maaf bila terdapat ucapan, pendapat, celotehan-celotehan yang menyinggung hati, baik sengaja maupun diniatkan :P . Insya Allah, kita dipertemukan kembali ke Ramadhan yang akan datang. Amiin.

BME ITB

4

Category : BME, Celotehan

Logo BME-ITB

Logo BME-ITB

Sebetulnya udah pengen tidur setelah dipanggil bokap bantuin urus FB, main Mafia Wars {gamenya rada addicting juga}, sama update status yang rada-rada menggugah orang mengomentarinya. Tapi, iseng-iseng tadi mencari-cari grup kuliah di FB dan hasilnya ternyata.. NULL. Adanya paling STEI ITB, ELEKTRO ITB, tapi gak ada yang secara spesifik membuat grup BME ITB. Apa emang gak terkenal, mahasiswanya sedikit, atau ???

Sekalian aja, pengen cerita juga tentang kuliah gue yang baru ini. Sekarang ini gue lagi kuliah di ITB, tepatnya di program S2 Teknik Biomedika (Biomedical Engineering - BME) ITB, di bawah program studi Elektro di Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI) {bener gak yah urutannya?}. Agak aneh memang, gue yang lulusan FKUI kok melanjutkan kuliah di Teknik yang secara dasar keilmuannya berbeda 179°. Tapi, bila dilihat dari peminatan yang gue ambil, Teknik Biomedika, masih bisa lah disambung-sambungin.

Blog & Facebook

4

Category : Celotehan

Mungkin topik ini sudah banyak orang yang membahasnya. Bahkan bisa dibilang terlalu basi untuk dihangatkan kembali. Tapi, dari beberapa teman-teman sejawat yang mulai blogging, tidak ada salahnya untuk memasukkan kembali ke dalam oven.

Bila ditanya ke semua orang yang ada di lingkungan kita, apakah mereka sudah mempunyai akun facebook? Hampir semua pasti menjawab iya, terlepas dari keseringan mereka aktif dsana. Bahkan sekarang sudah ada situs microblog seperti Twitter yang membolehkan ada mengubah status tidak lebih dari 140 karakter. Namun, bila ditanya berapa orang yang mempunyai blog? Mm, dipastikan tidak semua orang mempunyai blog. Dari orang-orang yang mempunyai blog pun, banyak yang kurang aktif dalam mengelola blognya.

Gili Trawangan

5

Category : Jalan-jalan

Tulisan ini sebenarnya sudah lama dibuat. Namun, baru sekarang ditaro di blog. Dengan beberapa tambahan dan sedikit editan, moga-moga infonya masih berguna. :)

Bagi yang sudah pernah ke Lombok mungkin sudah sering jalan-jalan ke Pantai Senggigi. Namun, wisata di Lombok sendiri pun tidak hanya Senggigi saja. Di Lombok sendiri banyak pulau-pulau kecil atau nusa yang disebut Gili. Gili sendiri letaknya ada yang di bagian Utara, Selatan, Atau Timur dari Pulau Lombok. Salah satu Gili yang cukup menarik adalah Gili Trawangan.

Gili Trawangan merupakan gugusan pulau atol kecil di sebelah barat laut pulau Lombok. Di sana ada 3 pulau kecil, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Dari ketiga pulau ini yang paling besar adalah Gili Trawangan. Dengan pasirnya yang putih, laut biru, dan permukaan laut yang dangkal, Gili Trawangan menjadi salah satu tujuan wisata yang patut untuk dikunjungi baik untuk surfing, menyelam, atau sekedar snorkling. Hanya berjarak 1 jam dari kota Mataram, Gili Trawangan juga menjadi salah satu tempat yang cocok untuk melihat sunrise dan sunset pada satu tempat. Dengan sunrise dari Gunung Rinjani, dan sunset dengan pemandangan Gunung Agung. Selain itu, udara di Gili masih sangat bersih karena di sana tidak diperbolehkan adanya mobil bahkan motor sekalipun, sehingga untuk transportasi keliling Gili bisa menggunakan sepeda, Cidomo (sejenis delman kalo orang Jakarta bilang :D ) atau sekedar berjalan kaki sekitar 2 jam untuk keliling Gili Trawangan.

Suasana pantai Gili Trawangan

Suasana pantai Gili Trawangan

Ada Apa di Bandung?

4

Category : Bandung

Udah hampir 1 bulan tinggal di Bandung, cuma belum sempat kemana-mana. Paling jalan kaki kos-kampus, itu juga kalau ngga’ panas {akhir-akhir ini di Bandung panasnya minta ampun, cerah gak pake awan}. Selebihnya cuma ngendok di kamar kosan atau berkunjung ke rumah da Andri. Sempat juga iseng-iseng mampir ke Ciwidey ketemu anak FK03. Tapi, selebihnya belum menjelajah kota Bandung.

Gerbang ITB

Gerbang ITB